Proses Pengolahan Air (Water Treatment) di Industri

Proses Pengolahan Air (Water Treatment) di Industri


Proses Purified Water System :


Gambar 1. Diagram alir purified water system

1. Water Tank
Proses water treatment diawali dengan mengalirkannya air yang berada pada water tank untuk selanjutnya melewati proses penyaringan multimedia (multimedia filter).

2. Multimedia Filter
Multimedia filter digunakan untuk mengurangi tingkat padatan tersuspensi, seperti lumpur, pasir, bahan organik, mikroorganisme yang menyebabkan kekeruhan dalam air. Selain itu, multimedia filter juga memiliki manfaat untuk mencegah tersumbatnya membran RO.  Multimedia filter tersusun dari Anthracite Coal, Silica Sand, Garnet / Dolomit. Proses penyaringan menggunakan multimedia filter dimulai saat air dari water tank dilewatkan ke multimedia filter untuk mengurangi partikel padat dari air, membantu agar mekanisme RO tidak bekerja terlalu keras, dan untuk menghilangkan partikel < 15-20 mikron. Apabila multimedia filter sudah kotor, dapat dilakukan pembersihan multimedia dengan penggantian multimedia atau dengan backwash.

3. Softener
Softener berfungsi untuk menghilangkan ion-ion yang tidak diperlukan seperti Ca, Mg, Mn, Fe (menggunakan bantuan resin). Selain itu juga berfungsi sebagai pencegahan penumpukan kerak pada pipa dan fouling membrane RO. Penggunaan softener juga untuk feed water yang memiliki kekerasan > 50 ppm. Kemudian air ditampung di break tank untuk mengendapkan residu. Apabila resin sudah jenuh dengan ion-ion tersebut, maka resin dapat diregenerasi dengan melewatkan larutan garam NaCl.

4. Filter 10 μ
Proses selanjutnya adalah melewatkan air yang telah melalui tahap softener melewati filter. Filter terdiri dari beberapa  jenis, setiap jenis filter memiliki kemampuan yang berbeda dalam menyaring partikel yang melewatinya.  Adapun untuk filter 10 μ mampu menyaring partikel seperti pasir pantai, serbuk sari, hingga Giardia.

5. Chlorine Dosing Pump
Tahap selanjutnya adalah menginjeksikan Chlorine Dosing Pump. Tahapanini merupakan proses dimana suatu pompa yang berisi klorin yang berfungsi sebagai desinfektan (oksidator kuat) untuk mikroorganisme pathogen (Vibrio Chlorella, Shigella dysentereae, Salmonella Thyposa) di injeksikan kedalam sistem air.

6 . SMBS Dosing Pump
Proses selanjutnya adalah SMBS dosing pump.  Tahapan inimerupakan proses dimana sodium metabisulfit diinjeksikan kedalam air sebagai antiscalants, scale inhibitor, dan untuk mengihilangkan residu klorin (batas maksimal nilai klorin 0,2-0,6 ppm).

7. Reverse Osmosis
Tahapan berikutnya adalah proses  Reverse Osmosis (RO). Reverse Osmosis merupakan teknik pembuatan purified water yang dapat menurunkan hingga 95% total dissolve solids (TDS) di dalam air. Reverse osmosis terdiri dari lapisan filter yang sangat halus (hingga 0,0001 mikron) dengan memanfaatkan tekanan tinggi. Aliran air yang membawa kontaminan pekat yang tidak melewati membran RO disebut reject stream (konsentrat). Untuk air yang dapat melalui membran RO disebut permeate water. Permeate water merupakan air yang sudah dihilangkan sekitar 95% hingga 99% garam terlarut yang terkandung didalamnya melalu proses Reverse Osmosis. Selain itu, Reverse Osmosis juga mampu menghilangkan hingga 99% garam atau ion terlarut, partikel, koloid, organik, bakteri, dan pirogen dari air.

8. EDI (Elektonic De-Ionization)
Tahap selanjutnya yaitu  EDI (Elektonic De-Ionization). EDI merupakan teknologi pengolahan air yang memanfaatkan listrik. EDI merupakan perkembangan dari ion exchange system dimana sebagai pengikat ion (+) dan (-) dipakai juga elektroda disamping resin.  Sel EDI terdiri dari serangkaian ruang tipis yang secara bergantian mengandung campuran resin untuk pemurnian air dan aliran air konsentrat untuk membawa pengotor.

9. Filter 0,2 μ
Setelah dari EDI, air akan disaring dengan filter 0,2 μ, setelah itu akan terbentuk purified water. Filter 0.2 μ diketahui dapat menyaring Cryptosporodium, beberapa jenis bakteri, dan koloid.

10. Looping System
Tahap terakhir adalah looping system atau pemurnian air secara berulang. Looping system terdiri dari dua jenis yaitu cool loop dan hot loop. Sirkulasi ini berjalan terus menerus selama 24 jam untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme dalam Purified Water. Bila sistem ini berhenti dalam waktu 2 x 24 jam maka air yang dihasilkan akan dibuang karena dianggap telah terkontaminasi. Monitoring water system dilakukan pada tiap tahapan pembuatan Purified Water. Pada water softener dilakukan hardness test (hardness merupakan derajat kekerasan dari air untuk melihat tingkat kesadahan dari air) dan Microbial Limit Test (MLT). MLT dan perbedaan pressure pada multimedia filter. Pada karbon filter dilakukan monitoring MLT dan klorin. Pada Reverse Osmosis dilakukan monitoring MLT, tekanan air, control product, flow rejection, conductivity test. Pada CDI dilakukan monitoring tekanan air, arus listrik, MLT, conductivity, dan resitivity test serta TOC.

kamelia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *