Tips dan Trik : Bagaimana Cara Menghafal Efek Samping Obat?

Tips dan Trik : Bagaimana Cara Menghafal Efek Samping Obat?

Sebagai seorang Apoteker menghafal berbagai jenis obat merupakan suatu kewajiban. Namun seringkali kita merasa kesulitan ketika harus menghafalkan efek samping dari berbagai jenis obat yang tentu saja banyak dan beragam. Lalu adakah suatu cara yang memudahkan kita untuk menghafal efek samping dari tiap obat?

Artikel ini akan membahas dan membagi tips dan trik dalam menghafal efek samping dari obat.

Pada umumnya untuk memudahkan kita dalam menghafal suatu efek samping obat diperlukan pola belajar yang terstruktur dan tepat sasaran. Saat belajar, mulailah dengan memilah bagaimana efek samping terjadi, dan apa penyebabnya. Kita dapat memanfaatkan studi toksikologi untuk membantu kita dalam menghafal efek samping obat. Adapun beberapa mekanisme umum yang berhubungan dengan terjadinya efek samping obat dalam studi toksikologi adalah:

1.  Mekanisme (efek “On-Target” dan “Off-Target“)

Langkah pertama untuk mempermudah memahami dan menghafal efek samping obat adalah dengan memahami farmakologi dari obat itu sendiri. Untuk setiap obat yang diberikan, sebagian besar efek sampingnya biasanya merupakan bagian dari mekanisme kerjanya. Jika Anda benar-benar mempelajari farmakologi (dan patofisiologi terkait), maka menghafal efek samping obat akan cukup mudah.

Efek samping berbasis mekanisme dipecah lebih lanjut menjadi efek “on-target” dan “off-target“.

Efek on-target dikategorikan berdasarkan di mana mereka terjadi (baik jaringan yang dimaksud atau dalam jaringan yang tidak diinginkan). Sebagai contoh, efek samping dari penghambat beta non-selektif adalah eksaserbasi asma. Ini adalah efek on-target karena reseptor beta sedang diblokir dengan tepat tetapi berada di jaringan yang tidak diinginkan (paru-paru bukannya jantung). Efek samping lain dari beta blocker adalah bradikardia (efek on-target). Namun, kali ini berada di jaringan yang dimaksud yaitu jantung.

Untuk efek yang tidak tepat sasaran (off-target), mari kita lihat diphenhydramine. Diphenhydramine seharusnya mengikat reseptor H1, tetapi banyak efek sampingnya berasal akibat ikatan dan hambatan pada reseptor kolinergik, yang menimbulkan efek antikolinergik seperti mulut kering dan retensi urin.

Bagaimana kita menghafal efek ini? Efek samping ini biasanya meluas ke seluruh kelas obat. Jadi, misal anda sedang belajar bahwa lisinopril dapat menyebabkan batuk kering, dengan mempelajari mekanisme reaksi itu (bradikinin menumpuk akibat penghambatan ACE), Anda sekarang dapat beralasan bahwa setiap penghambat ACE dapat menyebabkan batuk kering. Contoh lain adalah bagaimana semua NRTI dapat menyebabkan asidosis laktat dan steatosis hati melalui toksisitas mitokondria.

2. Metabolit toksik

Jenis lain dari efek samping adalah karena metabolit toksik. Metabolit toksik adalah zat yang dapat menumpuk dan menyebabkan kerusakan sel dari proses metabolisme obat yang normal. Contoh adalah N-acetyl-p-benzoquinone imine (NAPQI): produk metabolisme toksik dari acetaminophen. Ketika Anda menemukan metabolit toksik saat belajar, maka catat list metabolit tersebut pada kartu catatan dan tinjau secara berkala.

3. Reaksi kekebalan / hipersensitif terhadap obat

Sebaiknya membuat daftar obat (dan golongan obat) yang umumnya menyebabkan reaksi kekebalan. Sebagai contoh onat yang sering menimbulkan reaksi hipesensitifitas adalah obat golongan penisilin, obat sulfa, taxanes, dan hampir semua antibodi monoklonal. Selain itu, terdapat beberapa obat-obatan yang berhubungan dengan human leukocyte antigen (HLA). Obat-obatan seperti abacavir (HLA-B * 5701) dan carbamazepine (HLA-B * 1502) memiliki risiko reaksi imunitas yang sangat tinggi jika diberikan pada individu yang positif untuk masing-masing HLA.

4. Reaksi idiosinkratik

Untuk reaksi idiosinkratik, sebaiknya diawali dengan mengelompokkan daftar obat yang dapat menyebabkan reaksi tertentu. Misalnya, Anda dapat membuat daftar obat yang dapat memperpanjang interval QTc (fluoroquinolones, macrolide, antipsikotik, antagonis 5-HT3, dll …) dan obat-obatan yang dapat menyebabkan hiperkalemia (ACE inhibitor, ARBs, antagonis aldosteron, aliskiren, heparin , SMT / TMP, dll …). Obat-obatan ini tidak harus berada dalam kelas yang sama.

 

Trik Menghafal yang Efektif

Salah satu “study hacks” favorit adalah dengan menghafal pengecualian terhadap suatu aturan. Contoh yang ingin saya gunakan di sini adalah dosis antibiotik antibiotik. Hanya ada beberapa kecil antibiotik yang biasa digunakan yang tidak memerlukan penyesuaian ginjal. “Aturan” di sini adalah memonitor fungsi ginjal untuk setiap antibiotik. Lalu, Anda bisa membuat daftar pengecualian untuk aturan tersebut. Jauh lebih mudah untuk mengingat beberapa pengecualian ini daripada mencoba mengingat daftar besar setiap antibiotik yang membutuhkan penyesuaian ginjal.

Tips dan Trik tersebut dapat mempermudah kita dalam menghafal dan memahami efek samping obat. Selamat Mencoba…

 

Pustaka :

Guengerich, F. Peter. Mechanisms of Drug Toxicity and Relevance to Pharmaceutical Development. Drug Metab. Pharmacokinet. 2011; 26(1): 3-14. Accessed from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4707670/

Dyson, B. Pharmacy Times. Study Hacks: How to Memorize Drug Side Effects. Available at : https://www.pharmacytimes.com/contributor/brandon-dyson-pharmd-bcps/ 2017/05/study-hacks-how-to-memorize-drug-side-effects. Diakses pada 30 Januari 2019.

kamelia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *