Obat Diare Untuk Anak : Amankah Penggunaan Adsorben (Atapulgite) Bagi Anak Diare?

Obat Diare Untuk Anak : Amankah Penggunaan Adsorben (Atapulgite) Bagi Anak Diare?

Penyakit gangguan saluran cerna merupakan penyakit yang sering di derita oleh masyarakat terutama pada anak dan balita. Sehingga sering dikatakan bahwa saluran pencernaan merupakan organ yang sangat vital bagi manusia. Karena apabila sistem pencernaan terganggu, tubuh pun pastinya akan mengalami gangguan. Gangguan pada sistem pencernaan dapat disebabkan oleh pola makan yang salah, infeksi bakteri, dan kelainan alat pencernaan yang memberikan gejala seperti diare hingga konstipasi.

Sumber : NHS

Diare merupakan suatu keadaan pengeluaran tinja yang tidak normal atau tidak seperti biasanya ditandai dengan peningkatan volume, keenceran serta frekuensi lebih dari 3 kali. Selama terjadi diare, tubuh akan kehilangan cairan dan elektrolit secara cepat. Pada saat yang bersamaan, usus kehilangan kemampuannya untuk menyerap cairan dan elektrolit yang diberikan kepadanya. Pada kasus yang ringan dimana proses penyerapan belum terganggu, berbagai cairan yang diberikan kepadanya dapat mencegah dehidrasi. Lebih kurang 10% episode diare disertai dehidrasi/kekurangan cairan secara berlebihan. Bayi dan anak yang lebih kecil lebih mudah mengalami dehidrasi dibanding anak yang lebih besar dan dewasa. Oleh karena itu, mencegah atau mengatasi dehidrasi merupakan hal penting dalam  penanganan diare pada anak.

sumber : goodnightsleepsite.com

Penyakit diare masih menjadi penyebab kematian balita terbesar didunia. Menurut data WHO (2004), diperkirakan kematian karena diare mencapai 4-6 juta jiwa, kebanyakan terjadi pada anak-anak. Menurut data Riskesdas tahun 2007, diare merupakan pengebab nomor satu kematian balita (25%), dan nomor tiga kematian semua umur (3,5%). Sampai saat ini penyakit diare, masih merupakan masalah kesehatan utama masyarakat di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian yang berhubungan dengan penyakit diare di berbagai daerah di Indonesia menunjukan ada beberapa faktor yang saling berkaitan yaitu tidak memadainya persediaan air bersih, air tercemar oleh tinja, kekurangan sarana kebersihan, pembuangan tinja yang tidak higienis, kebersihan perorangan dan lingkungan yang jelek, serta pengolahan dan penyimpanan makanan yang tidak semestinya (Depkes, 2007).

Diare dikelompokan menjadi akut dan kronis. Umumnya episode diare akut hilang dalam waktu 72 jam dari onset. Diare kronis melibatkan serangan yang lebih sering selama 2-3 periode yang lebih panjang. Tanda dan gejala diare yaitu mual, muntah, sakit perut, sakit kepala, demam, kedinginan, dan rasa lemas.

Sumber Gambar: hellosehat.com

Pengobatan Diare

Adsorben

Adsorben merupakan salah satu pengobatan yang dapat diberikan pada kondisi diare. Adsorben memiliki berbagai jenis obat misalnya arang aktif, kaolin, pektin, smektit dioctahedral, atapulgit (aluminium silikat anhidrat), aluminium hidroksida dan tanin. Obat ini bekerja dengan menyerap racun yang dihasilkan oleh bakteri toxigenic.

Adsorben

Nama dagang : Biodiar, Enterogit, Kaotate, New Diatabs

Indikasi      : terapi untuk diare non spesifik (penyebab diare belum pasti) dengan  mengabsorbsi toksin dan virus penyebab diare

Kontraindikasi : hipersensitif / alergi terhadap adsorben, demam tinggi, penyempitan pada saluran cerna.

Bentuk sediaan :

Biodiar: tablet 630 mg,

Enterogit: tablet 750 mg,

Kaotate: suspensi 60 ml,

New  Diatabs: tablet 600 mg.

Dosis dan aturan pakai       :

Biodiar: dewasa 2 tablet setelah BAB pertama kali, 2 tablet tiap kali setelah buang air besar berikutnya. anak 6-12 th ½ dosis dewasa. Maksimal 6 tablet/hari.

Enterogit: 2 tablet 3 kali sehari, maksimal 12 tablet/hari. Hentikan bila tidak ada perbaikan setelah 48 jam.

Kaotate: dewasa dan anak>12 th 2 sendok makan setiap setelah BAB, anak 6-12 tahun 1 sendok makan setiap setelah BAB. New Diatabs, Teradi: dewasa dan anak>12th 2 tablet setelah BAB, maksimal 12 tablet/hari, anak 6-12 th 1 tablet setelah BAB, maksimal 6 tablet/hari

Efek samping    : Susah BAB

Peringatan        :

Biodiar, Enterogit :jangan digunakan lebih dari 2 hari atau bila disertai demam tinggi. Tidak untuk anak < 6 th.

Kaotate, New Diatabs: Tidak untuk anak 3-6 th, demam tinggi, jangan digunakan lebih dari 2 hari.

 

Lalu Amankah Penggunaan Adsorben untuk Diare Anak?

Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa Adsorben TIDAK BOLEH dikonsumsi oleh anak berusia KURANG dari 3 tahun. Adsorben untuk anak LEBIH dari 3 tahun BOLEH digunakan dengan dosis yang telah disesuaikan dengan usia dan berat badan anak

 

Kenapa Adsorben Tidak Boleh digunakan pada Anak Berusia Kurang dari 3 Tahun?

Absorben (Attapulgite) bekerja dengan menyerap air dan meningkatkan kekentalan tinja. Tapi juga bisa menyerap mikronutrien (zat gizi) dan elektrolit yang dibutuhkan tubuh anak. Sehingga dapat mengakibatkan tubuh anak kekurangan elektrolit dan zat gizi yang diperlukan tubuh.

 

Apa yang dapat dilakukan saat Anak Diare?

1. Berikan oralit

Cara Pemberian Oralit :

a. Cuci tangan hingga bersih.

b. Masukkan 1 bungkus oralit (kemasan untuk 200 cc) ke dalam 1 gelas (200 cc) yang telah berisi air minum matang (air hangat kuku) tadi dan aduk hingga larut betul.

c. Larutan setelah lebih dari 24 jam jangan diminum lagi, buatlah larutan yang baru. Pada prinsipnya berikan oralit sebanyak anak mau minum (ad libitum) dan dapat dihentikan bila penderita telah segar kembali dan tidak diare/mencret atau sampai penderita tidak merasa haus lagi. Jangan takut kelebihan, sebab akan terbuang lewat air seni. Sebaliknya, jangan sampai kurang.

d. Mula-mula berikan sedikit-demi sedikit agar anak jangan muntah. Berikan sesendok teh tiap 1—2 menit untuk anak di bawah umur 2 tahun. Jangan menggunakan dot atau botol karena merangsang langit-langit tenggorokan sehingga akan menimbulkan muntah. Bila anak muntah, tunggulah selama 5—10 menit untuk kemudian diberikan lagi sedikit demi sedikit (misalnya sesendok tiap 2—3 menit).

2. Segera bawa ke layanan kesehatan.

3. Berikan tablet Zinc selama 10 hari berturut-turut (konsultasi dengan tenaga medis)

4. Teruskan ASI-makan

5. Berikan antibiotik secara selektif

6. Menjaga kebersihan lingkungan dan makanan

 

Tindakan yang dapat dilakukan saat Anak Dehidrasi akibat Diare

1. Terapi Rehidrasi Apabila terdapat Tanda-Tanda Dehidrasi pada Anak

a. Dehidrasi ringan-sedang

Tanda : Anak terlihat haus dan buang air kecil mulai berkurang. Mata terlihat agak cekung, kekenyalan kulit menurun, dan bibir kering.  Pada keadaan ini, anak harus diberikan cairan rehidrasi dibawah pengawsan tenaga medis, sehingga anak perlu dibawah ke rumah sakit. CRO diberikan sebanyak 15-20 ml/kgBB/jam. Setelah tercapai rehidrasi, anak segera diberi makan dan minum,  ASI diteruskan.

b. Dehidrasi Berat

Selain gejala klinis yang terlihat pada dehidrasi ringan-sedang, pada keadaan ini juga terlihat napas yang cepat dan dalam, sangat lemas, keasadaran menurun, denyut nadi cepat, dan kekenayalan kulit sangat menurun. Anak harus dibawa segera ke Rumah Sakit untuk mendapat cairan rehidrasi melalui infus.

c. Tanpa Dehidrasi

Pada keadaan ini, buang air kecil masih seperti biasa. ASI diteruskan, tidak perlu membatasi atau mengganti makanan, termasuk susu formula. Dapat diberikan CRO 5-10 ml setiap buang air besar cair.

 

Pustaka

Badriul Hegar. 2019. Bagaimana Menangani Diare pada Anak. Departemen Ilmu Kesehatan Anak,  Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Available at  http://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan anak/bagaimana-menangani-diare-pada-anak

Riskesdas, 2007. Laporan Nasional 2007. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

 

 

kamelia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *