Tanya Jawab Hipertensi Kehamilan

Temukan jawaban untuk pertanyaan umum tentang hipertensi selama kehamilan dari tim farmasi Universitas Alma Ata

Apakah semua obat hipertensi boleh digunakan saat menyusui?

Tidak semua obat aman saat menyusui. Biasanya dokter akan memilihkan obat yang risikonya sangat kecil pada bayi melalui ASI—aturan pemilihan obat mirip dengan saat kehamilan. Khusus methyldopa sebaiknya dihindari karena bisa meningkatkan risiko depresi setelah melahirkan.

Mengapa penting rutin kontrol ke dokter?

Karena kondisi tekanan darah pada ibu hamil sangat dinamis dan bisa berubah, baik karena pengaruh kehamilan maupun efek obat. Kontrol rutin membantu pemantauan tekanan darah, efek samping obat, dan pertumbuhan janin agar tetap sehat hingga persalinan.

Apakah ibu hamil boleh mengganti atau menghentikan sendiri obat hipertensi?

Tidak boleh! Perubahan obat atau penghentian obat harus atas instruksi dokter. Perubahan dosis atau jenis obat sendiri bisa berisiko tinggi bagi ibu dan janin.

Apakah penggunaan obat hipertensi saat hamil berisiko untuk bayi?

Penggunaan obat memang memiliki risiko, namun jika tidak diobati risikonya bisa lebih besar untuk ibu dan janin. Beberapa obat tertentu, seperti labetalol, bisa membuat bayi mengalami pertumbuhan lebih lambat atau detak jantung lambat, tapi umumnya aman jika di bawah pengawasan dokter. Obat yang jelas berisiko tinggi pada janin, seperti ACE inhibitor dan ARB, harus dihindari

Obat apa saja yang aman untuk ibu hamil dengan tekanan darah tinggi?

- Labetalol (beta-blocker): Sering jadi pilihan utama. Bisa menurunkan tekanan darah dengan baik, tapi perlu pemantauan detak jantung janin karena dapat menyebabkan detak jantung lambat pada bayi. - Alpha methyldopa: Sudah dipakai selama lebih dari 40 tahun, dikenal sangat aman bagi ibu dan bayi. - Calcium channel blockers (misalnya nifedipin, amlodipin): Juga cukup aman digunakan saat hamil

Apakah hipertensi kehamilan pasti berulang di kehamilan berikutnya?

Risikonya meningkat, akan tetapi tidak pasti terjadi. Ibu dengan riwayat preeklampsia perlu pemantauan ekstra saat mengalami kehamilan berikutnya.

Apakah hipertensi saat hamil selalu berbahaya bagi ibu dan bayi?

Hipertensi pada ibu hamil bisa menyebabkan komplikasi serius seperti preeklamsia, solusio plasenta, kelahiran prematur, hingga kematian janin jika tidak ditangani dengan baik

Apa itu hipertensi dalam kehamilan?

Kondisi tekanan darah tinggi yang terjadi saat hamil, biasanya terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu. Bisa berbahaya jika tidak dikontrol karena mempengaruhi kerja organ ibu dan pertumbuhan janin.

Apa bedanya dengan darah tinggi biasa?

Hipertensi kehamilan spesifik terjadi pada ibu hamil, dan jenisnya berbeda. Hipertensi gestasional: Muncul saat hamil, hilang setelah melahirkan. Preeklampsia: Hipertensi + ada protein dalam urine/kerusakan organ.

Apa gejala yang perlu diwaspadai?

Segera ke dokter/bidan jika mengalami: ✔️ Sakit kepala berat tak kunjung hilang ✔️ Pandangan kabur atau berkunang-kunang ✔️ Nyeri ulu hati hebat ✔️ Bengkak mendadak di tangan/wajah ✔️ Bayi kurang bergerak

Menampilkan 10 dari 13 FAQ (Halaman 1 dari 2)