Etnomedisin atau pemanfaatan bahan alam yang secara tradisional digunakan untuk pengobatan, menawarkan banyak alternatif komplementer/pendamping untuk hipertensi. Namun, pendekatan secara ilmiah sangat penting untuk memastikan keamanan, khasiat, dan dosis yang tepat. Artikel ini memberikan penjelasan bahan-bahan alami yang didukung bukti ilmiah, serta cara pengolahannya yang aman untuk diterapkan sebagai pendamping terapi konvensional, bukan pengganti obat.
1. Bawang Putih (Allium sativum)
- Bukti Ilmiah: Senyawa allicin dalam bawang putih telah diteliti dapat membantu melemaskan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah secara modest (sekitar 7-10 mmHg untuk sistolik). Meta-analisis dalam The American Journal of Medicine menunjukkan efek positifnya, meski tidak sekuat obat farmasi.
- Cara Pengolahan & Takaran:
- Konsumsi 1-2 siung bawang putih mentah yang telah dihancurkan/dicincang dan dibiarkan selama 10 menit untuk mengaktifkan allicin. Dapat dicampur dengan madu atau yogurt untuk mengurangi rasa tajam.
- Alternatif: Tambahkan secara liberal dalam masakan. Meski sebagian allicin rusak oleh panas, manfaat antioksidannya tetap ada.
- Peringatan: Dapat berinteraksi dengan pengencer darah (seperti warfarin). Konsultasi dengan farmasis atau dokter diperlukan.
2. Seledri (Apium graveolens) dan Daun Seledri
- Bukti Ilmiah: Kaya akan fitokimia seperti phthalides dan apigenin, yang diduga membantu melebarkan pembuluh darah (vasodilatasi) dan memiliki efek diuretik ringan 12.
- Cara Pengolahan & Takaran:
- Jus: Jus dari 3-4 batang seledri yang dicampur dengan apel atau wortel untuk menambah rasa. Konsumsi sekali sehari.
- Sup: Tambahkan seledri dalam jumlah banyak ke dalam sup sayuran rendah sodium.
- Teh: Seduh 2-3 sendok makan daun seledri kering dengan air panas selama 5-10 menit.
3. Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa)
- Bukti Ilmiah: Teh rosella kaya akan anthocyanin dan antioksidan. Sebuah meta-analisis dalam Journal of Nutrition (2020) melaporkan bahwa konsumsi teh rosella secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada penderita hipertensi ringan hingga sedang.
- Cara Pengolahan & Takaran:
- Teh: Seduh 1-2 sendok teh kelopak rosella kering dengan 250 ml air panas selama 5-10 menit. Saring dan minum 1-2 kali sehari tanpa tambahan gula.
- Peringatan: Memiliki efek diuretik ringan dan dapat berinteraksi dengan obat diuretik.
4. Omega-3 dari Ikan
- Bukti Ilmiah: Asam lemak omega-3 (EPA dan DHA) dari ikan berlemak memiliki efek anti-inflamasi dan dapat membantu menurunkan tekanan darah. Asosiasi Jantung Amerika (AHA) merekomendasikan konsumsi setidaknya dua porsi ikan per minggu 615.
- Cara Pengolahan & Takaran:
- Konsumsi 2-3 porsi (sekitar 100 gram per porsi) ikan seperti salmon, makarel, sarden, atau tongkol per minggu.
- Olah dengan cara dipanggang, dikukus, atau ditumis dengan minyak zaitun. Hindari menggoreng dengan minyak banyak.
Peringatan Penting:
- Etnomedisin tidak boleh menggantikan obat-obatan yang diresepkan dokter tanpa persetujuan medis.
- Selalu informasikan kepada dokter atau farmasis tentang semua suplemen atau herbal yang Anda konsumsi untuk menghindari interaksi obat yang berbahaya.
- Kualitas dan kebersihan bahan alam harus diperhatikan.
- Efek pada setiap individu dapat bervariasi. Pantau tekanan darah secara rutin.
Referensi:
Ried, K. (2020). Garlic lowers blood pressure in hypertensive subjects, improves arterial stiffness and gut microbiota: A review and meta-analysis. Experimental and Therapeutic Medicine, 19(2), 1472-1478.
Salehi, B., et al. (2020). Therapeutic Potential of α- and β-Pinene: A Miracle Gift of Nature. Biomolecules, 10(11), 1578.
Jamshidi, N., & Cohen, M.M. (2020). The Clinical Efficacy and Safety of Tulsi in Humans: A Systematic Review of the Literature. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2020, 7450206.
Nwachukwu, D.C., & Aneke, E.I. (2021). Phytochemicals for the Management of Hypertension: A Review. European Journal of Medicinal Plants, 32(4), 1-15. 5. Al-Dosari, D.I., et al. (2021). Hibiscus sabdariffa Extract Lowers Blood Pressure and Improves Endothelial Function in Patients with Hypertension: A Systematic Review. Phytotherapy Research, 35(6), 2946-2957.